Munisa adalah sebuah wadah independen yang tidak terikat dengan partai maupun golongan islam tertentu, dalam waktu dekat ini akan membentuk sebuah lembaga otonom agar dapat memperjelas langkah perjuangan dalam mensiarkan Islam, bukan untuk membuat kotak baru untuk umat Islam, karena Munisa terbuka bagi semua pihak yang ingin mempelajari Al Quran.
Lembaga nantinya bukan pula ditujukan untuk mengeksklusifkan sebuah kelompok, justru lebih untuk menerima adanya perbedaan yang sebenarnya adalah sebuah rahmat dari Allah yang telah menjadikan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa agar kita saling mengenal, harus kita ingat bahwa manusia tidak ada yang sempurna pasti ada kelebihan dan kekurangannya, atau bahkan ada sifat dari orang lain yang tidak kita sukai, diharapkan dengan itu kita mampu mengevaluasi diri, jangan-jangan sifat yang tidak kita sukai itu juga sebenarnya kita miliki, dan tidak disukai oleh orang lain. Dari sini Allah menjelaskan kepada kita bahwa yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
Munisa tidak mengklaim bahwa metode yang diajarkan adalah metode yang paling efektif dan efisien, Munisa hanya menawarkan sebuah metode alternatif, karena bagaimanapun juga harus dipahami bahwa manusia sering kali berbeda pandangan tentang cara dan rasa, dalam beberapa kejadian ada seorang teman yang lebih senang mendengarkan penjelasan tentang Al Quran dari teman sepermainan, bukan dari seorang Ulama, ada pula yang memiliki kecendurungan sebaliknya, lebih suka mendengar penjelasan dari Ulama, karena dirasa lebih berkompeten.
Hanya berusaha berjuang di jalur lain dengan tetap menghadap ke wajah Allah.
